Rumah

Biaya Tambahan Jual Beli Rumah KPR

Saat kita membeli rumah KPR, kita mesti teliti terhadap biaya tambahan yang timbul dalam proses jual-beli rumah. Ada kalanya penjual dan pembeli rumah kaget dengan besarnya biaya tambahan, sebab jumlahnya memang tidak sedikit dan beragam. Biaya tambahan yang mungkin di kenakan seperti BPHTB, biaya provisi, biaya notaris, dan lain-lain.
Biaya Tambahan Jual Beli Rumah

Contoh jika pengembang rumah menjual rumah dengan harga Rp 200 juta. Biasanya dalam harga tersebut telah termasuk:
1. PPN 10%
2. Biaya Akta Jual Beli (AJB)
3. Biaya Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).

Macam Biaya Tambahan Jual beli Rumah
Namun biaya tambahan berikut ini belum termasuk dalam harga Rp 200 juta tersebut:
1. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
2. Biaya provisi
3. Biaya notaris
4. Biaya administrasi
5. Biaya asuransi jiwa
6. Biaya asuransi kebakaran
7. Biaya Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT)
8. Biaya Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKHMT)

Perhitungan Biaya Tambahan Jual Beli Rumah KPR
Seandainya kita menyiapkan uang muka sebesar Rp 60 juta, sedangkan Rp 140 juta dibayar dengan KPR Rumah. Maka besar biaya tambahan jual beli rumah yang mesti kita siapkan hingga akad kredit adalah:

1. BPHTB sebesar 5 % X (NPOP-NPOPTKP), atau secara kasarnya kurang lebih 4% dari 200 juta, yaitu sekitar 8 juta
2. Biaya provisi 1% dari plafon kredit, yaitu 1% dari 140 juta yaitu 1,4 juta
3. Biaya administrasi +- 250 ribu
4. Biaya asuransi jiwa +- 2,5 juta
5. Biaya asuransi kebakaran +- 350 ribu
6. Biaya apraisal +- 250 ribu
7. Saldo blokir sebesar 1 kali angsuran, misal 2 juta
8. Biaya notaris:
1. Biaya pengecekan sertipikat 100 ribu
2. Biaya pengikatan SKMHT 250 ribu
3. Biaya pengikatan APHT 1,2 juta

Total semua biaya tambahan jual beli rumah di luar harga rumah tersebut sekitar Rp 16 juta. Jadi hingga kredit pemilikan rumah disetujui oleh bank, kita mesti menyiapkan dana sebesar uang muka rumah ditambah dengan biaya tambahan, dalam contoh di atas mencapai sekitar Rp 60 juta + Rp 16 juta = Rp 76 juta.

Bila dana yang dimiliki kurang dari Rp 76 juta termasuk biaya tambahan jual beli rumah, kita mesti mencari cara lain. misalnya:

1. Uang muka dapat dicicil ke pengembang rumah, tergantung promosi yang ditawarkan oleh pengembang.
2. Manfaatkan program promosi KPR Rumah tanpa uang muka dari bank tertentu
3. Uang muka dapat dipinjam ke Jamsostek melalui program pinjaman uang muka perumahan (PUMP)
4. Harga rumah dapat ditawar ke pengembang. Dalam kasus ini jika harga rumah turun dari 200 juta, tentu uang muka juga turun dari 60 juta
5. Minta uang muka diturunkan pada pihak pengembang.

Sesudah KPR Rumah disetujui oleh pihak bank, selanjutnya adalah membayar angsuran bulanan, biasanya dimulai bulan berikutnya sesudah akad kredit. Biaya tambahan jual beli rumah ini harus anda perhitungkan dari awal.