Rumah

Pengertian Biaya Provisi KPR Rumah

Biaya Provisi KPR adalah biaya Provisi atau Biaya Administrasi bank yang di kenakan saat mengambil KPR Rumah.

Provisi atau biaya administrasi bank merupakan biaya yang dikenakan oleh Bank kepada pemohon pinjaman pada saat pinjamannya disetujui.

Biaya provisi ini akan dikenakan sebanyak satu kali dimuka dengan cara memotong langsung dari dana pinjaman yang dicairkan oleh Bank.

Dalam hal KPR Rumah berarti sebesar plafon kredit rumah KPR yang di biayai oleh bank.

Biaya provisi untuk KPR Rumah umumnya sekitar 1% dari total plafon kredit rumah KPR yang dibiayai.

Walau begitu, setiap bank menerapkan provisi yang berbeda sesuai dengan kebijakannya masing-masing.

Cara Menghitung Biaya Provisi KPR Rumah
Mungkin Anda masih bingung bagaimana cara menghitung biaya provisi KPR rumah.

Berikut ini adalah Cara menghitung biaya provisi pada KPR rumah.

cata menghitung biaya provisi kpr rumah

Misal:

Harga rumah sebesar Rp 200 juta rupiah dan DP rumah sebanyak 20 % atau Rp 40 juta rupiah

Biaya provisi kpr rumah yang di tetapkan bank sebesar 1 %

==> Harga rumah – DP = Plafon Kredit KPR Rumah
==> Rp 200 juta – Rp 40 juta = Rp 160 juta

Biaya provisi KPR = 1% dari plafon KPR

==> Rp 160.000.000 – 1% = Rp 1.600.000

Jadi biaya provisi untuk KPR Rumah sebesar Rp 160 juta adalah Rp 1,6 juta

Biaya provisi umumnya di bayarkan dengan cara di potong langsung dari kredit yang kita terima dari bank.

Namun, untuk biaya provisi KPR Rumah harus kita bayarkan dari uang kita sendiri.

Sebab kredit KPR Rumah yang di salurkan bank akan langsung di berikan ke pihak pengembang perumahan yang kita pilih.

Oleh karena itu kita harus sudah menyiapkan biaya provisi KPR dan biaya-biaya jual beli rumah lainnya saat akan membeli rumah.

3 Biaya KPR Rumah Yang Harus Disiapkan Selain Biaya Provisi
Selain biaya provisi, ada beberapa jenis biaya lain yang terjadi ketika kita mengajukan KPR rumah.

#1: Biaya Notaris
Baik pengembang perumahan dan bank memiliki notaris masing-masing yang melakukan kepengurusan berbagai dokumen.

Misalnya akte jual beli (AJB), akte perjanjian KPR, pembuatan sertifikat, bea balik nama dan lain-lain.

Biaya untuk notaris-notaris ini cukup tinggi dan yang harus membayar jasa mereka adalah calon pemohon KPR yaitu Anda sendiri.

Ada beberapa solusi yang bisa dilakukan untuk menekan biaya notaris ini agar tidak terlalu tinggi, misalnya mencari saudara atau teman yang bekerja sebagai notaris untuk membantu Anda.

Cara lain bisa juga dengan bernegosiasi dengan pihak pengembang perumahan untuk patungan membayar notaris kepengurusan KPR.

Usahakan melakukan negosiasi ini saat Anda bernegosiasi soal harga rumah. Lumayan kan, kalau beruntung Anda bisa menghemat hingga lima juta rupiah.

#2: Pajak Penjualan dan Pembelian
Calon penerima KPR juga harus menyiapkan biaya untuk pajak penjualan dan pembelian.

Besarnya pajak penjualan adalah sebesar 5 persen dari total transaksi yang terjadi.

Sementara untuk pajak pembelian atau yang sering disebut bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) yang besarnya 5 persen dari (harga transaksi dikurangi nilai jual objek pajak tidak kena pajak atau NJOPTKP).

Misalnya Anda membeli bangunan yang memiliki NJOPTKP senilai Rp 100 juta, maka pajak yang harus Anda bayar itu adalah 5% X (total transaksi-Rp 100 juta)

Terkadang banyak juga dari penjual rumah yang tidak tahu bahwa mereka harus membayar pajak penjualan, dan akhirnya biaya pajak dibebankan seluruhnya ke pembeli.

#3: Biaya Asuransi Jiwa
Ternytata, pihak bank tetap khawatir kalau Anda tidak mampu membayar cicilan KPR karena tiba-tiba meninggal dunia.

Hal itulah yang menyebabkan bank merasa penting mengasuransikan Anda.

Yang jadi masalah adalah Anda harus membayar asuransi jiwa itu sendiri.

Jika Anda meninggal dunia, perusahaan asuransi akan membayar semua hutang cicilan KPR Anda kepada bank.

Ahli waris Anda tidak perlu lagi membayar, dan bank juga tidak mengalami kerugian gagal bayar.

Biaya asuransi jiwa itu sangat tergantung pada umur pemohon KPR.

Makin tua umur Anda sebagai pemohon KPR, maka otomatis biaya asuransi yang harus Ada tanggung juga lebih mahal.

Related Posts
Tips Membeli Rumah Murah di Cibubur

Sudah pernah melihat-lihat rumah murah di Cibubur? Jika Anda sudah siap dengan sejumlah tabungan, bahkan meskipun tidak banyak, Cibubur bisa Read more

Syarat Kredit Rumah Bank Mandiri

Kredit rumah bank mandiri adalah salah satu program pelayanan yang diberikan oleh Bank Mandiri pada masyarakat. Program ini bertujuan untuk Read more

Cermat Memilih Kredit Rumah Murah

Memiliki rumah sendiri tentu lebih baik daripada mengontrak atau kos. Meskipun jarak rumah dengan tempat kerja agak jauh, seperti umum Read more

Jenis Akad Dalam KPR Syariah

Memiliki rumah sendiri merupakan idaman setiap keluarga muslim, tidak terkecuali yang baru saja menikah. Namun, terkandang muncul kendala dimana tidak Read more